Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-25 11:12:11【Resep Pembaca】843 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(19219)
Artikel Terkait
- SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG
- Polisi ungkap kronologi pengemudi Lexus yang tewas di Pondok Indah
- Menteri KP siap membangun lab pastikan seafood RI aman dari radioaktif
- Dinkes Kota Malang: Penerbitan SLHS memperhatikan sejumlah indikator
- Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang
- Polres Serang relokasi gelombang kedua warga terdampak radioaktif
- Kemenperin picu kemandirian industri lewat Pameran Industri Agro 2025
- Tips mengurangi akrilamida di makanan sehari
- Dari Jakarta ke Belem, langkah panjang Indonesia tuk aksi nyata COP30
- Polres Serang relokasi gelombang kedua warga terdampak radioaktif
Resep Populer
Rekomendasi

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

Yayasan GoTo Merah Putih diluncurkan untuk sejahterakan keluarga mitra

Wali Kota Semarang pastikan penanganan banjir optimal

Berikut 6 tanaman herbal untuk jaga daya tahan tubuh

Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III

Waspadai dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan

Stroke di usia muda bertambah dipengaruhi beban kerja tinggi

BGN perkuat kapasitas penjamah pangan tingkatkan kualitas MBG